Sebastian Witte

Sekitar seminggu yang lalu, di hari minggu, seorang bule jerman mengirimkan email melalui social media couchsurfing untuk pacar saya, yang isinya mau minta tolong utk transit menginap satu hari di kediamannya. Bule tersebut baru saja dari Bali dan akan melanjutkan perjalanannya ke pulau jawa. Persinggahan dia pertama di pulau jawa adalah banyuwangi. Sebetulnya dia telah berjanjian dengan orang lain yang bersedia menampungnya, namun sampai dengan saat kedatangannya, orang tersebut tidak memberikan kabar lagi. Untunglah dia menemukan orang yang tepat saat itu, pacar saya,hehehe.. bangga dikit boleh laaa..

Pacar saya menyuruh bule itu utk turun di terminal genteng. Singkat kata, mereka bertemu dan bule itu diajak ke rumah. Sepanjang perjalanan, pacar saya jadi artis mendadak, berpuluh puluh pasang mata mengarah kepadanya. Bukan karena apa, si bule lah yang menjadi daya tariknya, jarang-jarang ada orang pribumi yang bergaul dengan bule. Di rumahpun tidak jauh beda, keluarga pacar saya sudah menunggu kedatangannya. Mulai dari emaknya, adeknya, iparnya, tantenya, kakeknya, neneknya, semuuuaaaa tumplek di satu ruangan. You can imagine lah how much exiting they were. As long as their life, they are never have foreigner people in their home, dan untungnya  si bule tidak merasa terganggu dengan hal itu. In the other hand, he was feeling good because he met the right man in the right time. You can see it in my boyfriend couchsurfing account, on reference section . Oh ya, his name is Sebastian Witte, a germany, 34 years old, handsome, and single. I wish i can make you double seba! Hahahaha.

First, he plan for staying only 1 night at my boyfis home, but he changed it, one of my boyfies friend offered him for traveling to coffe and cacao field, but unfortunately, because of the bad weather, the planing was cancelled. And my boyfie ask him to bicycling around the pine forest next to house. He saw many kebos there. Do you know kebo? It such a bull. He was so much excited when he saw it. You knowlah, in germany there is no kebo. Hehehe… In the night they were eat some duck fried, and seba never been eat that before. Surprisingly he like it much. Hahahaha…

Keesokan harinya, seba harus melanjutkan perjalanannya ke kota selanjutnya yaitu Malang, sebelumnya dia berencana untuk ke Bromo, namun sayangnya dia tidak menemukan host untuk perjalannya ke sana. Akhirnya dia memutuskan untuk mencoba pergi ke bromo dari Malang, bersama dengan hostnya yang di sana. Seba berangkat ke Malang dengan menggunakan kereta api pagi jam 6. Yah pertemuan yang singkat memang namun cukup sangat berkesan bagi pacar saya, karena ini adalah pengalaman pertamanya menjadi host. Pacar saya sampai merasa bersedih sekali saat seba harus pergi, begitu juga dengan seba, dia menitikkan air mata saat berpisah di atas kereta. Ooohhh so sweetttt… :p

Oh ya, poor seba, he forget to bring his mmc card. Although he has 2 mmc but it mmc also contains lot of his journey photos. Hopefully we will meet someday in the another time, the different place, so you can get back your mmc .

Take care seba, have nice trip, we love you… see you in Germany… Danke wir sehen uns wieder in Deutschland, sebastian

You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Sebastian Witte”

  1. kawitani mengatakan:

    ich liebe dich seba… auf widersehen, wir sehen uns wieder in Deutschland

  2. Andre mengatakan:

    ow,, ending nya co cweeeetttt… ;p

  3. danpril mengatakan:

    ohhhh mi gotttt… so so so

  4. banksonk mengatakan:

    pokok ndak maho ae :) )

Leave a Reply


eXTReMe Tracker